Sedih, kecewa, marah.
Itulah yang aku rasakan.
Ketika aku mendengar kabar bahwa kekasihku--yang beberapa bulan ini tiba-tiba menghilang--itu telah menikah, hatiku terasa hancur, kakiku lemas, dan air mata mengalir tanpa dikomando.
Kekasihku yang bahkan pernah mengajakku ke toko emas untuk membeli cincin tunangan kini telah menjadi suami orang lain.
Ingin sekali rasanya aku menemuinya untuk menanyakan langsung mengenai hal ini. Tetapi aku takut jika itu memang benar-benar terjadi. Aku takut menangis di hadapannya. Aku tidak mau terlihat lemah dan terlalu berharap kepadanya.
Kini, aku hanya bisa perlahan melupakannya walaupun itu sangatlah berat. Terlalu banyak kenangan yang telah kita lewati bersama.
Selamat menikah kekasihku, semoga kamu bahagia dengan pernikahanmu.
dunia tidak selebar daun kelor, Mbak
BalasHapus